Laman

Kamis, 23 Agustus 2012

Tentang ANDIK VERMANSYAH, sebagai berikut..












Lahir : Jember, 23 November 1991
Umur : 20 tahun
Posisi : Penyerang, Gelandang Serang
Postur : 162
Berat : 57kg
Club : Persebaya 1927
Nomer : 10
Tim Favorit : Persebaya, Juventus, Real Madrid
E-mail : andikvermansah@yahoo.com
Official FP : https://www.facebook.com/official.andik.vermansah
Facebook : https://www.facebook.com/andik.vermansah.100
Twitter : https://twitter.com/andik_vermansah
Makanan favorit : Tempe penyet
Pemain idola : Bejo Sugiantoro dan Cristiano Ronaldo
Nama ayah : Saman
Nama ibu : Jumiah

Penggemar bola Surabaya mengenal Andik Vermansyah sebagai gelandang Persebaya yang energik dan cepat. Permainannya di lapangan selalu ngotot. Itu disebabkan dia tak mau menyia-nyiakan kesempatan bermain di Persebaya, klub yang didambanya sejak kecil.
 
Andik Vermansyah selalu total setiap kali diberi kesempatan bermain di lapangan. Di tim yang dibelanya, pemain mungil tersebut selalu menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Tak heran, seabrek prestasi telah disandang bersama tim yang dibelanya. Pemain berusia 17 tahun itu telah meraih banyak gelar di level amatir. Yaitu, juara Liga Remaja Jatim 2007, medali emas Porprov 2007, juara Pomnas 2007, medali emas PON XVII 2008 di Kaltim, dan medali perunggu POM ASEAN 2008 di Malaysia.

Sederet keberhasilan mantan pelajar SMA Sejahtera 1 Surabaya itu membuatnya menghuni tim senior Persebaya 1927. Di tim yang telah dipujanya sejak kanak-kanak tersebut, dengan berani dia mengambil nomor 10. Angka yang keramat bagi pemain sepak bola.

Dia pun membuktikan layak menyandang nomor yang diidentikkan dengan pemain bintang itu. Setiap kali dipercaya Aji Santoso, pelatih Persebaya 1927, bermain gelaran Liga Primer Indonesia (LPI), Andik bahkan mampu menjadi faktor yang mengangkat keberhasilan Persebaya disetiap pertandingan.

Torehan gol-nya mungkin tidak sebanyak striker Persebaya 1927 lainnya, I Made Wirahadi. Tapi, yang terpenting, dia mampu mengacak-acak pertahanan lawan dengan dribbling dan kelincahannya. ”Saya harus bermain sebaik-baiknya di Persebaya. Sebab, ini adalah keinginan saya sejak kecil,” kata remaja kelahiran Jember, 23 November 1991 itu.

Ya, dia mengungkapkan, bisa mengenakan kostum Persebaya adalah obsesi terbesarnya yang menjadi nyata. Andik mengaku pertama bermain bola saat kelas 5 sekolah dasar (SD). Ketika itu, dia mengawali debutnya mengolah bola di level kampung. Klub pertama yang dibelanya adalah Dwikora. ”Itu hanya klub kampung kok. Saya juga belum serius main bola,” ungkapnya.

Hasratnya untuk bermain bola kian lama kian menggebu. Demi mengasah kemampuannya, dia pun pindah ke Suryanaga. Nah, di klub juara Kompetisi Kelas Utama Internal Persebaya musim 2008-2009 itulah, dia mulai memupuk harapan untuk menjadi pemain sepak bola. Sebagai anak yang dibesarkan di Kota Pahlawan, Persebaya adalah klub yang diidamkannya.

Kecintaannya pada klub berjuluk Green Force tersebut juga dipengaruhi kondisi ekonomi keluarganya yang tergolong tidak mampu. Waktu kecil, selain sekolah dan main sepak bola, dia membantu orang tuanya dengan berjualan es di Gelora 10 Nopember.

”Waktu itu memang susah. Jadi, saya harus membantu orang tua,” kenangnya. Pengalaman itulah yang perlahan membangun fanatismenya pada Persebaya dan terus memelihara impiannya untuk berada di stadion legendaris itu suatu saat nanti, sebagai pemain Persebaya.

Untuk memenuhi kebutuhannya bermain sepak bola, dia tidak mungkin meminta kepada orang tuanya. Dia pun mencari uang dengan usahanya sendiri. Misal, saat dia butuh sepatu untuk bermain. ”Saya pernah menjadi pengamen. Hasilnya digunakan untuk beli sepatu bola,” tuturnya.

Hasil jerih payahnya mulai terlihat pada 2005. Ketika itu dia lolos seleksi masuk ke tim Persebaya U-18 yang akan diproyeksikan untuk terjun ke Liga Remaja. Saat itu dia memang gagal membawa Persebaya juara. Namun, saat kembali terpilih pada tahun berikutnya, dia berhasil membawakan gelar Liga Remaja Regional Jatim.

Seharusnya Masuk Timnas
Andik Vermansyah dinilah oleh banyak kalangan sudah mempunyai skill dan kemampuan yang cukup untuk mengenakan seragam Merah Putih. Opini juga dikeluarkan oleh Michael Feichtenbeiner, pelatih asal Jerman yang akan memimpin Bintang Medan FC. Secara khusus, Feichtenbeiner menilai performa seorang Andik Vermansyah sangat tajam.

“Andik seperti Lionel Messi. Dia pemain yang selalu membahayakan lawan melalui kecepatan dan dribbling-nya,” kata Feichtenbeiner saat ditemui GOAL.com Indonesia di Yogyakarta.


Feichtenbeiner juga menilai, Andik layak diperhitungkan masuk seleksi timnas, meskipun striker kelahiran 23 November 1991 bermain di Liga Primer Indonesia (LPI) yang tidak diakui PSSI.

“Saya tidak ingin mengomentari perselisihan antara LPI dan PSSI, tapi lama-lama LPI semakin disoroti karena kualitasnya akan meningkat. Pemain seperti Irfan Bachdim dan Andik Vermansyah seharusnya pantas masuk timnas Indonesia,” tukas Feichtenbeiner.

“Di manapun pemain berlaga, kalau berkualitas dan dinilai layak masuk seleksi, seharusnya jangan diabaikan. Apabila pemain seperti Andik tidak diperhitungkan, itu berakibat buruk bagi sportivitas sepakbola, buruk bagi sepakbola Indonesia secara keseluruhan,” tandasnya.

 Pesona Andik seakan mengalahkan bintang-bintang sepak bola Indonesia yang lain. Seperti yang kita tahu, Boaz Salossa dengan skill dan kecepatan yang luar biasa. Tapi Andik beda beda beda dengan pemain Indonesia yang lain. He is "ngotott" "powerfull" "fast" "high skill" walaupun kecil-kecil cabe rawit.
Banyak yang bilang Andik adalah Messinya Indonesia, tapi menurut saya TIDAK. Andik is Andik, dia punya karakter dan gaya bermain sendiri walaupun dari segi postur 11-12 sama Messi. 
Apakah Andik mau bermain di luar negeri ?? 
Apa yang kamu tunggu lagi bro, bakat sudah ada, semua sudah ikhlas dukung kamu, pokoknya kalau main ga bakalan ngecewain bangsa kita.
Masa depan sudah ada didepan mata, mungkin jika Andik masih main di Liga Indonesia yang penuh dengan KEKACAUAN ini, bakat seorang Andik Vermansyah tidak akan berkembang.
Kapan lagi pemain Indonesia main di Liga Eropa :)
 
Karier :
Klub Junior
2007 – Persebaya Surabaya
2008 – PON Jatim
2008 – POM ASEAN

Klub Profesional
2008 – 2011 Persebaya Surabaya
2011 – Tim Nasional Indonesia U-23

Prestasi
2008 Perunggu POM ASEAN (Timnas Mahasiswa)
2008 Emas PON XVII Kaltim (Jatim)2007 Emas Porprov I (Kota Surabaya)
2007 Juara Liga Remaja Regional Jatim (Persebaya U-18)
2011 Juara Unity Cup (Persebaya Surabaya)
2011 Perak SEA GAMES 26 (Timnas U-23 Indonesia)

 

 
KOLEKSI FOTO-FOTO ANDIK VERMANSYAH
Andik Pakai Kaos Beckham
Andik Vermansyah
Hayoo.. Cewek Siapa nih
Pacar lo Cantik bro.. :) Andik dengan Pacarnya


Andik Bersama Keluarga
Andik Vermansyah   

VIDEO SKILL ANDIK


ANDIK di HITAM PUTIH

  

Hanya bisa update segini saja, gak usah banyak". Takut blog gua nggak muat.. Terima kasih banget ya, atas perhatiannya..

Rabu, 22 Agustus 2012

Tentang Cristiano Ronaldo (CR7)

Nama lengkap : Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro
Nickname : Ronnie, CR, Rocket Ronaldo, CR7, C. Ronaldo
Tanggal lahir : 5 Februari 1985 (umur 23)
Tempat lahir : Funchal, Madeira, Portugal
Situs resmi : http://www.cristianoronaldo.com/
Facebook : http://www.facebook.com/Cristiano
Twitter : http://www.twitter.com/cristiano
Youtube : http://www.youtube.com/CristianoRonaldo
Tinggi : 1.84 m (6 ft 0 in)
Nomor punggung : 7
Posisi : Sayap kanan, sayap kiri, Penyerang

Cristiano Ronaldo lahir dan dibesarkan di lingkungan kelas pekerja di pulau Madeira milik Portugis. Dia secara resmi mulai bermain sepakbola pada tahun 2003 untuk Clube Futebol Andorinha de Santo Antonio. Pada usia sepuluh tahun, timnya terlihat lebih menonjol mulai mengekspresikan minat secara fenomenal. Ronaldo bergabung dengan Nacional da Ilha da Madeira, di mana ia meroketkan karirnya dan satu tahun kemudian dia terbang Lisbon, di mana akhirnya dia bergabung untuk Sporting pada tahun 2001. Ia masih satu-satunya pemain dalam sejarah klub yang dipromosikan oleh empat tim akademi sampai memulai debutnya dengan First Team dalam satu musim. Ronaldo mencetak dua gol di pertandingan pertamanya melawan Deportivo Moreirense dan kemudian memenangkan Superliga pada tahun yang sama sebagai andalan First Season. Dan kemudian membuat debutnya kembali di Eropa dalam kualifikasi Liga Champions melawan Inter.

Titik balik dalam karirnya adalah penampilan gemilangnya selama pertandingan persahabatan melawan Manchester United pada tahun 2001. Ferguson kemudian mengakui bahwa para pemainnya tidak bisa berhenti berbicara tentang Ronaldo. Bahkan ketika kembali ke Inggris, pemain dari orang-orang seperti Roy Keane dan Van Nistelrooy meminta secara tegas kepada untuk menandatangani Cristiano. Pengumuman resmi dibuat satu minggu kemudian setelah ManU membayar sebesar £ 12.240.000 untuk seorang Roaldo, sebuah rekor biaya transfer yang luar biasa untuk seorang remaja.

Cristiano Ronaldo menyempurnakan keahliannya dalam tahun-tahun berikutnya dan juga berhasil menonjol untuk kecerdasannya dalam permainan dan fisik yang kuat dan serta menarik. Dia berusaha untuk memenangkan Ballon d'Or, Sepatu Emas, penghargaan FIFA World Player, penghargaan FIFPro, the UEFA Club Forward of the Year distinction, dan menjadi top-scorer di Liga Champions.

Madridista akhirnya maju dan membuat debut internasional Cristiano menanjak pada 20 Agustus 2003 melawan Kazakhstan dan sejak itu menjadi kapten Portugal, yang ia pimpin ke panggung Piala Dunia 2010.

Kehidupan Cristiano  secara radikal berubah ketika ia menandatangani kontrak untuk Manchester United. Merubah penghasilannya dari € 1.500 menjadi 150.000 euro per-bulan dalam waktu semalam.

Dia mulai bermain sepak bola di Andorinha, sebuah klub kecil di mana ayahnya bekerja sebagai manajer peralatan.

Nama Ronaldo diambil dari nama Ronald Reagan, idola kedua orang tuanya.

Pemain andalan Tim Nas Portugal Cristiano Ronaldo CR7 akan melakoni laga Euro 2012 ini di Polandia - Ukraina, Biografi serta Biodata dan Profil Cristiano Ronaldo pun kini banyak di lihat oleh para pencinta sepak bola dunia. Nah untuk memeriah kan EURO 2012 ini anda bisa bergabung dengan 988bet Agen Bola Untuk Prediksi Piala Eropa 2012 yang ikut serta memeriahkan ajang sepakbola yang paling bergengsi di benua biru.

Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro atau yang lebih akrab CR7 ini lahir di Funchal, Madeira, Portugal, 5 Februari 1985. Pemain termahal di dunia ini mengawali karir sepakbolanya di CF Andorinha, dan namanya kian dikenal ketika berbaju Manchester United, dan akhirnya kini pemain yang selalu dibanding-bandingkan dengan Lionel Messi ini, membela Klub bertabur Bintang Real Madrid. Tidak bisa dipungkiri, Ronaldo merupakan salah satu pemain hebat dunia dimasa ini.


Karir & Prestasi

karir muda (Junior)
1993-1995 Andorinha
1995-1997 Nacional
1997-2001 Sporting CP

karir senior (Professional)
2001-2003 Sporting CP 25 caps 8 Gol
2003-2009 Manchester United 196 caps 84 Gol
2009 Present Real Madrid 40 caps 37 Gol

Tim Nasional
2001-2002 Portugal U17 9 caps 6 Gol
2003 Portugal U20 5 caps 1 Gol
2002-2003 Portugal U21 6 caps 3 Gol
2004 Portugal U23 3 caps 1 Gol
2003 Present Portugal 78 Apps 25 Gol

Penghargaan Yang Pernah Diraih

Klub Manchester United
•Premier League: 2006–07, 2007–08, 2008–09
•FA Cup: 2003–04
•League Cup: 2005–06, 2008–09
•FA Community Shield: 2007
•UEFA Champions League: 2007–08
•FIFA Club World Cup: 2008

Real Madrid
•Piala Santiago Bernabeu

Individu
•UEFA Euro 2004 Team of the Tournament
•Bravo Award: 2004
•FIFPro Special Young Player of the Year: 2004–05, 2005–06
•Portuguese Footballer of the Year: 2006–07
•UEFA Team of the Year: 2003–04, 2006–07, 2007–08, 2008–09
•Sir Matt Busby Player of the Year: 2003-04, 2006-07, 2007-08
•FIFPro World XI: 2006–07, 2007–08, 2008–09
•PFA Young Player of the Year: 2006–07
•PFA Players’ Player of the Year: 2006–07, 2007-08
•PFA Fans’ Player of the Year: 2006–07, 2007–08
•PFA Premier League Team of the Year: 2005–06, 2006–07, 2007–08,
•UEFA Champions League Top scorer – 2007-08, 2008–09
•FWA Footballer of the Year: 2006–07, 2007–08
•Premier League Player of the Season: 2006–07, 2007–08
•Premier League Player of the Month: November 2006, December 2006,January 2008, March 2008
•Premier League Golden Boot: 2007–08
•Barclays Merit Award: 2007–08
•European Golden Shoe: 2007–08
•UEFA Club Forward of the Year: 2007–08
•UEFA Club Footballer of the Year: 2007–08
•FIFPro World Player of the Year: 2007–08
•FIFA Club World Cup Silver Ball: 2008
•Ballon d’Or: 2008
•FIFA World Player of the Year: 2008
•Onze d’Or: 2008
•World Soccer Player of the Year: 2008
•FIFA Ferenc Puskás Award: 2009.

Koleksi video skill Cristiano Ronaldo, sebagai berikut..







 

Minggu, 12 Agustus 2012

Sejarah dan Prestasi PERSEBAYA, sebagai berikut..

Persebaya 
Berdiri: 1927
Alamat: Jl. Karanggayam No. 1 Indonesia
Telepon: +62 (0) 31 503 2250
Faksimile: +62 (0) 31 502 4955
Surat Elektronik: redaksi@persebayafc.com
Laman Resmi: http://www.persebayafc.com
Ketua: H. Saleh Ismail Mukadar SH
Direktur: H. Cholid Ghoromah
Stadion: Gelora Bung Tomo

Sejarah Singkat
Persebaya didirikan pada 18 Juni 1927 dengan nama Soerabhaiasche Indonesische Voetbal Bond [SIVB]. Tim kota Pahlawan ini juga turut berperan dalam pendirian PSSI. Pada tahun 1943 SIVB berganti nama menjadi Persibaja [Persatuan Sepakbola Indonesia Soerabaja].

Tahun 1960, nama Persibaja diubah menjadi Persebaya [Persatuan Sepakbola Surabaya], dan menjadi salah satu raksasa bersama Persib dan Persija. Prestasi gemilang terus terjaga ketika PSSI menyatukan klub Perserikatan dan Galatama dalam kompetisi bertajuk Liga Indonesia sejak 1994.

Selain ulah suporternya, Persebaya juga selalu diwarnai kontroversi. Saat menjuarai kompetisi Perserikatan pada tahun 1988, Persebaya pernah memainkan pertandingan yang terkenal dengan istilah 'sepakbola gajah', karena mengalah kepada Persipura Jayapura 12-0 untuk menyingkirkan saingan mereka PSIS Semarang. Taktik ini membawa hasil, dan Persebaya berhasil menjadi juara.

Pada Liga Indonesia 2002, Persebaya melakukan aksi mogok tanding saat menghadapi PKT Bontang dan diskors pengurangan nilai. Kejadian tersebut menjadi salah satu penyebab terdegradasinya Persebaya ke divisi I.

Tiga tahun kemudian atau tahun 2005, Persebaya menggemparkan publik sepak bola nasional saat mengundurkan diri pada babak delapan besar sehingga memupuskan harapan PSIS dan PSM untuk lolos ke final.

Atas kejadian tersebut Persebaya diskors 16 bulan tidak boleh mengikuti kompetisi Liga Indonesia. Namun, skorsing direvisi menjadi hukuman degradasi ke Divisi I Liga Indonesia.
 
Catatan Prestasi
Perserikatan
1938: Runner-up, kalah dari VIJ Jakarta
1942: Runner-up, kalah dari Persis Solo
1950: Juara, menang atas Persib Bandung
1951: Juara, menang atas Persija Jakarta
1952: Juara, menang atas Persija Jakarta
1965: Runner-up, kalah dari PSM Ujung Pandang (sekarang PSM Makassar)
1967: Runner-up, kalah dari PSMS Medan
1971: Runner-up, kalah dari PSMS Medan
1973: Runner-up, kalah dari Persija Jakarta
1977: Runner-up, kalah dari Persija Jakarta
1978: Juara, menang atas PSMS Medan
1981: Runner-up, kalah dari Persiraja Banda Aceh
1987: Runner-up, kalah dari PSIS Semarang
1990: Runner-up, kalah dari Persib Bandung

Liga Indonesia
1994/1995: Peringkat ke-9, Wilayah Timur
1995/1996: Peringkat ke-7, Wilayah Timur
1996/1997: Juara
1997/1998: kompetisi dihentikan
1998/1999: Runner-up
1999/2000: Peringkat ke-6, Wilayah Timur
2001: Semi-Final
2002: degradasi ke Divisi Satu
2003: juara Divisi Satu, promosi ke Divisi Utama
2004: Juara
2005: mundur dalam babak 8 Besar (awalnya diskorsing dua tahun, namun dikurangi menjadi 16 bulan, dan kemudian dikurangi lagi menjadi degradasi ke Divisi Satu)
2006: juara Divisi Satu, promosi ke Divisi Utama
2007: Peringkat ke-14, Wilayah Timur (tidak lolos ke Superliga)
2008/09: Peringkat ke-4 (mengalahkan PSMS Medan dalam babak Play-Off lewat adu penalti, lolos ke Superliga)

Superliga Indonesia
2009/10: Peringkat ke (degradasi ke Divisi Utama)

Piala Champions Asia / Asian Club Championship
1998: Putaran 1
2004: Babak Grup

Piala Indonesia
2005: Perempat-Final (diskualifikasi melawan PSS Sleman)
2006: Perempat-Final
2007: 32 Besar
2008/09: 16 Besar
2009/10: Perempat-Final

Sejarah dan Prestasi Manchester United | Histori and Achievements Klub Manchester United


http://lintasterbaru.com/wp-content/uploads/2011/06/mu.jpg

Nama Lengkap: Manchester United Football Club
Tahun Berdiri : 1878 dengan nama Newton Heath LYR F.C.
Julukan : The Red Devils, United
Alamat : Sir Matt Busby Way,Old Trafford, Manchester M16 0RA
Situs Resmi : http://www.manutd.com
Pemilik : Malcolm Glazer
Chairman : Joel Glazer
Manager : Alex Ferguson
Kandang Stadion : Old Trafford (75.957 penonton)
Kota : Manchester
Prestasi juara yang diiraih :
Juara Liga : 1908, 1911, 1952, 1956, 1957, 1965, 1967, 1993, 1994, 1996, 1997, 1999, 2000, 2001, 2003, 2007, 2008, 2009, 2011
Juara Piala FA : 1909, 1949, 1963,1977, 1983, 1985, 1990, 1994, 1996, 1999, 2004
Juara Piala Liga : 1992, 2006
Juara Liga Champions : 1968, 1999, 2008
Juara Piala Winners : 1991
Juara Piala Dunia Klub : 1999, 2008
Juara Piala Super : 1991
Manchester United merupakan klub yang sarat akan sejarah. Penggemar klub yang bermarkas di kota Manchester ini juga semakin hari semakin bertambah banyak jumlahnya. Dengan segala permasalahan dan prestasi yang diraih, tak heran klub MU merupakan salah satu klub dengan pesona yang paling menarik dan memiliki history yang sangat bervariasi. Klub ini dibentuk dengan nama Newton Heath Lancashire and Yorkshire Railwaiy F.C  (Newton Heath LYR F.C.) pada tahun 1878  oleh para pekerja rel kereta api di Newton Heath. History klub MU, Pada waktu itu, kaos tim berwarna hijau – emas dan mereka bermain di lapangan kecil di North Road, dekat stasiun kereta api Piccadilly Manchester selama lima belas tahun, sebelum pindah ke Bank Street pada 1893. Klub telah mengikuti kompetisi sepak bola tahun sebelumnya dan mulai memutuskan hubungannya dengan stasiun kereta api, sehingga menjadi perusahaan mandiri, dan mengangkat seorang sekretaris  dan pada akhirnya membuang nama “LYR” dari nama mereka untuk menjadi Newton Heath F.C saja. Namun, pada tahun 1902, tim nyaris bangkrut  dengan utang lebih dari £2500 dan lapangan Bank Street mereka pun telah ditutup. Sebelum klub mereka bubar, mereka menerima sokongan investasi dari J.H. Davies, direktur Manchester Breweries. Ketika itu diadakan rapat untuk mengganti nama perkumpulan. Manchester Celtic dan Manchester Central adalah nama yang diusulkan pada awalnya. Namun, nama akhirnya ditetapkan dan Manchester United secara resmi eksis mulai 26 April 1902. Pada waktu itu pula Davies memutuskan untuk mengganti warna tim dan terpilihlah warna merah dan putih sebagai warna tim Manchester United.
Ernest Mangnall dipilih menjadi sekretaris klub menggantikan James West yang mengundurkan diri tanggal 28 September 1902. Mangnall berusaha untuk mengangkat tim ke Divisi Satu pada waktu itu namun mengalami kegagalan pada upaya pertamanya, dan hanya menempati urutan 5 Liga Divisi Dua. Mangnall pin memutuskan untuk menambah beberapa pemain ke dalam klub, seperti Harry Moger, Dick Duckworth, dan John Picken, dan Charlie Roberts yang waktu itu membuat perubahan yang cukup signifikan. Pada waktu itu klub berada di posisi tiga klasmen akhir musim 1903-1904. Mereka selanjutnya promosi ke Divisi Satu setelah finis urutan kedua Divisi Dua musim 1905–1906. Musim pertama klub di Divisi satu berakhir kurang baik, dan hanya menempati urutan 8 klasemen. Namun, mereka akhirnya memenangkan gelar liga pertamanya pada tahun 1908. Pada waktu itu, rival mereka, Manchester City, sedang diselidiki karena menggaji pemain diatas regulasi yang ditetapkan FA dan Man City didenda £250 serta 18 pemain mereka dihukum tidak boleh bermain untuk mereka lagi. MU dengan cepat mengambil kesempatan dari situasi ini, mereka merekrut Billy Meredith dan Sandy Turnbull, dll. Namun pemain baru ini tidak boleh bermain dahulu sebelum tahun Baru 1907, akibat dari skors dari FA dan mereka mulai bermain pada musim 1907–1908. Klub kembali memenangkan trofi Liga Divisi Satu untuk kedua kalinya pada musim 1910–11.
United pindah ke lapangan barunya Old Trafford. Mereka memainkan pertandingan pertamanya di stadion baru tersebut pada tanggal 19 Februari 1910 melawan Liverpool, tetapi mereka kalah 4-3. Mereka puasa trofi lagi sejak musim 1911–12, dan mereka tidak didukung oleh Mangnall lagi karena dia pindah ke Manchester City setelah 10 tahunnya bersama United. Mereka 41 tahun bermain tanpa memenangkan satu trofi pun. United terdegradasi pada tahun 1922 setelah sepuluh tahun bermain di Divisi Satu. Mereka naik divisi lagi tahun 1925, tetapi kesulitan untuk masuk jajaran papan atas liga Divisi Satu dan mereka turun divisi lagi pada tahun 1931. United meraih mencapaian terendah sepanjang sejarahnya yaitu posisi 20 klasemen Divisi Dua 1934. kekuatan mereka kembali ketika musim 1938–39.
Pada tahun 1945, Matt Busby dipilih menjadi manajer Manchester United. Dia meminta sesuatu yang tidak lazim pada pekerjaannya, seperti menunujuk tim sendiri, memilih pemain yang akan direkrut sendiri, dan menentukan jadwal latihan para pemain sendiri. Dia sendiri pada waktu itu telah kehilangan lowongan manager di klub lain, Liverpool F.C, karena pekerjaan yang diinginkannya itu menurut petinggi Liverpool adalah pekerjaan seorang direktur. Waktu itu, United memberikan kesempatan untuk ide inovatifnya. Pertama, Busby tidak merekrut pemain, tetapi seorang asisten manager yang bernama Jimmy Murphy. Keputusan tersebut merupakan keputusan yang sangat tepat. Busby membayar kepercayaan dengan mengantar MU ke posisi kedua liga pada tahun 1947, 1948, and 1949 serta memenangkan Piala FA tahun 1948. Stan Pearson, Jack Rowley, Allenby Chilton, dan Charlie Mitten memiliki andil yang besar dalam pencapaian United ini. Mereka kembali meraih gelar Divisi Satu pada 1952. Busby memasukkan beberapa pemain muda seperti Roger Byrne, Bill Foulkes, Mark Jones dan Dennis Viollet. Namun, mereka membutuhkan waktu untuk menunjukkan permainan terbaik mereka, akibatnya United tergelincir ke posisi 8 pada 1953. Tetapi tim kembali memenangkan liga tahun 1956 dengan tim yang usia rata-rata pemainnya hanya 22 tahun, mencetak 103 gol. Kebijakan tentang pemain muda ini mengantarkannya menjadi salah satu manager yang paling sukses menangani Manchester United (pertengahan 1950-an, pertengahan akhir 1960-an dan 1990-an). Busby memiliki pemain talenta tinggi yang bernama Duncan Edwards dan memainkan debutnya pada umur 16 tahun di 1953. Edwards dikatakan dapat bermain disegala posisi dan banyak yang melihatnya bermain mengatakan bahwa dia adalah pemain terbaik. Musim berikutnya, 1956–57, mereka menang liga kembali dan mencapai final Piala FA, namun kalah dari Aston Villa. Mereka menjadi tim Inggris pertama yang ikut serta dalam kompetisi Piala Champions Eropa, atas kebijakan FA. United dapat mencapai babak semifinal dan kemudian dikandaskan Real Madrid. Dalam perjalanannya ke semi-final, United juga mencatatkan kemenangan yang tetap menunjukkan bahwa mereka adalah tim besar, ketika mengalahkan tim juara Belgia Anderlecht 10–0 di Maine Road.
Tragedi terjadi pada musim berikutnya, ketika pesawat yang membawa tim pulang dari pertandingan Piala Champions Eropa mengalami kecelakaan saat mendarat di Munich, Jerman untuk mengisi bahan bakar. Tragedi Munich air tanggal 6 Februari 1958 tersebut telah merenggut nyawa 8 pemain tim – Geoff Bent, Roger Byrne, Eddie Colman, Duncan Edwards, Mark Jones, David Pegg, Tommy Taylor dan Liam Whelan – dan 15 penumpang lainnya, termasuk sebagian staf United, Walter Crickmer, Bert Whalley dan Tom Curry. Ketika itu, terdapat rumor bahwa tim akan mengundurkan diri dari kompetisi, namun Jimmy Murphy mengambil alih posisi manager ketika Busby dirawat di rumah sakit, ban klub tetap melanjutkan kompetisinya. Meski kehilangan beberapa pemain, mereka mencapai final Piala FA 1958, namun mereka kalah dari Bolton Wanderers. Akhir musim, UEFA menawarkan FA untuk dapat mengirimkan MU dan juara liga Wolverhampton Wanderers untuk berpartisipasi di Piala Champions untuk penghargaan kepada para korban kecelakaan, namun FA menolak. United menekan Wolves pada musim berikutnya dan menyelesaikan liga di posisi kedua klasemen, tidak buruk untuk sebuah tim yang kehilangan sembilan pemain akibat tragedi kecelakaan di jerman.
Busby membangun kembali tim di tahun 60-an, dan membeli beberapa pemain seperti Denis Law dan Pat Crerand. Mungkin pemain yang paling terkenal dari sejumlah pemain muda ini adalah George Best. Tim memenangkan Piala FA tahun 1963, walaupun saat itu tim hanya finis diurutan 19 Divisi Satu. Keberhasilan di Piala FA membuat pemain menjadi termotivasi dan membuat klub terangkat pada posisi kedua liga tahun 1964, dan kembali memenangkan liga di tahun 1965 dan 1967. United memenangkan Piala Champions Eropa 1968, mengalahkan tim asuhan Eusébio SL Benfica 4–1 dipertandingan final, menjadi tim Inggis pertama yang memenagkan kompetisi ini. Tim MU saat itu memiliki Pemain Terbaik Eropa, yaitu: Bobby Charlton, Denis Law and George Best. Matt Busby mengundurkan diri pada tahun 1969 dan digantikan oleh pelatih tim cadangan, Wilf McGuinness.
Setelah masa yang sukses, United kemudian mengalami masa sulit ketika ditangani Wilf McGuinness, dan berada diurutan delapan liga pada musim 1969–70. Kemudian dia mengawali musim 1970–71 dengan buruk, sehingga McGuinness kembali turun jabatan menjadi pelatih tim cadangan. Busby kembali melatih United, walaupun hanya 6 bulan. Dibawah asuhan Busby, United mendapat hasil yang lebih baik, namun pada akhirnya ia meninggalkan klub pada tahun 1971. Dalam waktu itu, United kehilangan beberapa pemain kuncinya seperti Nobby Stiles dan Pat Crerand. Kemudian, Frank O’Farrell ditunjuk sebagai suksesor Busby. Seperti McGuinness, O’Farrell tidak bertahan lebih dari 18 bulan. Tommy Docherty menjadi manager di akhir 1972. Docherty menyelamatkan United dari degradasi namun United terdegradasi pada 1974, yang saat itu trio Best, Law and Charlton telah meninggalkan klub. Denis Law pindah ke Manchester City pada musim panas tahun 1973. Pemain seperti Lou Macari, Stewart Houston dan Brian Greenhoff direkrut untuk menggantikan Best, Law and Charlton, namun tidak menghasilkan apa-apa. Tim meraih promosi pada tahun pertamanya di Divisi Dua, dengan peran besar pemain muda berbakat Steve Coppell yang bermain baik pada musim pertamanya bersama United, bergabung dari Tranmere Rovers. United mencapai Final Piala FA tahun 1976, tetapi mereka dikalahkan Southampton. Mereka mencapai final lagi tahun 1977 dan mengalahkan Liverpool 2–1. Didalam kesuksesan ini, Docherty dipecat karena diketahui memiliki hubungan dengan istri fisioterapi.
Dave Sexton menggantikan Docherty di musim panas 1977 dan membuat tim menjadi bermain lebih defensif. Dan gaya bermain ini pun tidak disukai suporter, mereka lebih menyukai gaya menyerang Docherty dan Busby. Beberapa pemain dibeli Sexton seperti Joe Jordan, Gordon McQueen, Gary Bailey dan Ray Wilkins, namun tidak dapat mengangkat United menembus ke papan atas, hanya sekali finis diurutan kedua, dan hanya sekali lolos ke babak final Piala FA, dikalahkan Arsenal. Dan karena miskin gelar, Sexton pun dipecat pada tahun 1981, walaupun ia memenangkan 7 pertandingan terakhirnya. Dia digantikan manager flamboyan Ron Atkinson. Dia memecahkan rekor transfer di Inggris dengan membeli Bryan Robson dari West Brom. Tim asuhan Atkinson memiliki pemain baru seperti Jesper Olsen, Paul McGrath, dan Gordon Strachan yang bermain bersama Norman Whiteside dan Mark Hughes. United memenangkan Piala FA 2 kali dalam 3 tahun, pada 1983 dan 1985. tahun 1986 penampilan MU kemudian menjadi buruk dan United mengakhiri musim di urutan 4 klasemen. Hasil buruk United pun terus berlanjut sampai akhir musim dan dengan hasil yang buruk yaitu diujung batas degradasi, pada November 1986, Atkinson dipecat. Setelah itu United merekrut pelatih baru, yaitu Sir Alex Ferguson.
Alex Ferguson tiba dari Aberdeen untuk menggantikan tempat Atkinson dan memimpin klub dan berada di urutan 11 akhir klasemen. Pada musim berikutnya (1987-88), United menghabiskan liga di tempat kedua, dengan Brian McClair menjadi pemain United pertama selepas George Best dan menjaringkan 20 gol dari pada liga dalam satu musim. Namun, United terpaksa berhempas pulas sepanjang dua musim berikutnya. Alex Ferguson telah banyak kali dilaporkan hampir dipecat ketika awal tahun 1990 tetapi gol Mark Robins memberikan kemenangan tipis kepada United pada pusingan ketiga Piala FA mengatasi Nottingham Forest, yang mana ramai menganggapnya sebagai kemenangan yang menyelamatkan karier Ferguson. United memenangi Piala debgan menjadi juara Eropa pada 1990-91, mengalahkan juara Spanyol tahun tersebut, Barcelona dalam aksi final pertandingan, tetapi mengecewakan buat United pada musim berikutnya selepas United disingkirkan oleh Leeds United akibat kemerosotan.Kehadiran Eric Cantona pada November 1992 telah memberikan warna tersendiri kepada United, bersama dengan talenta yang mulai bersinar yang dimiliki oleh Gary Pallister, Denis Irwin dan Paul Ince, bersama-sama bintang yang sedang naik daun seperti Ryan Giggs, mereka menyelesaikan musim 1992-93 sebagai juara kali pertama semenjak 1967. Mereka memenangi “dobel dobel” (liga Ingeris dan Piala FA) untuk kali pertama pada musim berikutnya, dibantu dengan datangnya Roy Keane, pemain tengah dari Nottingham Forest, yang kemudian menjadi kapten klub. Namun, kliub berduka dengan kematian pengurus legenda dan presiden klub, Matt Busby, yang telah kembali pada 20 Januari 1994.
Pada musim 1994-95, Cantona mendapat hukuman selama delapan bulan karena telah menendang Matthew Simmons, seorang suporter Crystal Palace, dalam pertandingan di Selhurst Park. Seri pada pertandingan terakhir liga dan mengalahkan Everton pada pertandingan terakhir Piala FA menjadikan United sebagai juara “dobel-dobel”, liga dan Piala FA. Ferguson setelah itu membuat perubahan yang mengejutkan pemilik klub beserta penggemarnya dengan menjual beberapa pemain utama dan menggantikannya dengan beberapa pemain muda, seperti David Beckham, Gary Neville, Phil Neville dan Paul Scholes. Rekor tanpa kalah Eropa United telah dipecahkan oleh Fenerbahce, yang memenangi 1-0 di Old Trafford pada 30 Oktober 1996 berkat gol Elvir Bolic. Kemudian, mereka memenangi liga pada tahun 1997, dan Eric Cantona telah mengumumkan pensiun dari bola sepak pada umur ke 30. Pada musim 1998, mereka memulai musim dengan baik, tetapi pada akhirnya mereka berada di belakang Arsenal di akhir klasemen.
1998-1999 merupakan musim dimana Manchester United mencapai kejayaan di dalam sejarah klub sepak bola Inggris setelah mereka berjaya dengan memenangi “Treble” – juara Premiership, Piala FA, dan Liga Champion pada musim yang sama. Di liga premier, Manchester United berjaya setelah memenangi kompetisi liga yang ditentukan pada hari terakhir dengan mengalahkan Tottenham Hotspur 2-1. Memenangi Premiership merupakan title yang sangat melelahkan untuk diraih, sehingga pada waktu itu Ferguson benar-benar merasa puas bisa mendapatkan titel juara liga. Kemudian, di dalam perlawanan akhir Piala FA, United bertemu Newcastle United dan menang 2-0 dengan gol yang dicetak masing-masing oleh Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solskjaer. Pada kompetisi eropa, pertandingan final melawan Bayern Munich merupakan pertandingan dramatis yang pernah dialami MU di final. Bagaimana tidak, Setelah tertinggal dengan gol Mario Basler di menit-menit awal pertandingan, MU tertinggal selama 85 menit. Dan di injury time, mereka baru dapat menyamakan kedudukan melalui gol dari pemain pengganti, Teddy Sheringham. Seakan dinaungi dewi fortuna kembali, berawal dari tendangan sudut yang dilakukan David Beckham, terjadi gol dramatis yang diciptakan oleh Ole Gunnar Solskjaer, sang pemain pengganti pula. Dramatis bagi MU, tragis bagi Bayern Munchen.
United kembali memenangi liga pada tahun 2000 dan 2001, namun gagal di musim 2002. Mereka mendapatkan titel liga kembali musim berikutnya (2002-03). Semusim berikutnya, mereka memulai musim dengan baik, tetapi prestasi mereka seiring berjalannya waktu menjadi menurun akibat sanksi 8bulan yang diterima oleh Rio Ferdinand akibat gagal tes. Namun demikian, mereka tetap mampu memenangi Piala FA 2004, menyingkirkan Arsenal (yang menjadi juara liga musim tersebut). Musim 2004-05 bisa dibilang sebagai musim yang dengan sedikit gol bagi MU, karena cedera yang dialami penyerang Ruud van Nistelrooy, dan membuat MU pada musim tersebut tanpa memenangi kejuaraan sama sekali. Di faktor eksternal, terdapat selentingan kabar juga kalau kemungkinan besar klub akan diambil alih di akhir musim oleh Malcolm Glazer (yang juga merupakan pemilik pasukan Rugbi Amerika Tampa Bay Buccaneers). Pada musim 2005-06, MU memulai liga dengan kurang menyakinkan, dengan kepergian pemain tengah Roy Keane ke Celtic selepas membuat kritikan secara umum kepada beberapa pemain. Pada musim ini juga mereka mendapat beberapa hambatan dengan cedera yang dialami oleh pemain=pemain kunci mereka seperti Gabriel Heinze, Alan Smith, Ryan Giggs dan Paul Scholes. Namun demikian, mereka juga masih mamou memenangi Piala Liga dengan mengalahkan Wigan Athletic 4-0. Pada akhir musim 2005-2006, penyerang utama MU, Ruud van Nistelrooy, telah meninggalkan k;ub dan pindah ke Real Madrid, karena ia berselisih dengan sang pelatih.
Musim 2006-07 Ferguson mulai memperlihatkan lagi gaya permainan United yang menyerang seperti pada dekade 90-an, dengan mencetak 20 gol lebih di 32 pertandingan. Pada Januari 2007, United mendapatkan Henrik Larsson dengan status pinjaman selama 2 bulan dari Helsingborgs, dan pemain itu memiliki peran penting akan pencapaian MU di Liga Champions, dengan harapan meraih Treble kedua, namun sayanganya, setelah mencapai babak semi-final, United kalah dari A.C. Milan 3–5(agregat). Empat tahun setelah gelar terakhir mereka, United meraih kembali gelar juara liga pada 6 Mei 2007, setelah Chelsea bermain imbang dengan Arsenal, meninggalkan the Blues tujuh poin dibelakang dengan menyisakan 2 pertandingan, diikuti kemenangan United 1–0 dalam derby Manchester hari sebelumnya, mengantarkan United ke gelar kesembilan Premiership-nya dalam 15 tahun eksistensinya. Namun, mereka tidak dapat mencapai double keempat mereka, karena Chelsea mengalahkan United 1-0 Barca, Lionel Messi. Pada dua tahun selanjutnya, mereka juga kembali memenangi liga dan berjaya di kompetisi lokal, namun pada tahun 2010, gelar liga lepas karena kedatangan sang pelatih Chelsea Carlo Ancelotti, yang pada waktu itu sukses membuat Chelsea kembali memenangi gelar liga semenjak kepergian Jose Mourunho. Pada tahun 2011, Manchester United kembali difavoritkan untuk memenangi double winner, dengan unggul poin yang jauh di akhir-akhir kompetisi, serta mencapai final dengan berhadapan kembali dengan Barcelona. Namun, hanya liga yang berhasil mereka dapat, dan gelar Liga Champion harus direlakan kembali kepada Barcelona, yang di final mereka harus mengakui keunggulan Barcelona 1-3 lewat gol yang dicetak oleh Pedro, Messi, dan Villa.
Menghadapi musim 2011-2012, MU kembali akan dilatih oleh Sir Alex, yang menunda kembali keutusannya untuk pensiun. Namun, MU harus kehilangan beberapa pemain seniornya seperti Paul Scholes, Edwin Van Der Sar, Nevile, dll. Namun, mereka dapat penggantinya dengan merekrut De Gea yang berposisi sebagai kiper, dan Ashley Young yang berposisi sebagai winger. Dengan segala pengalaman serta kecakapannya dalam meracik tim, Alex Ferguson kembali berharap dapat memperoleh gelar di kompetisi mendatang. Walaupun penuh kontroversi, namun kehebatan sang pelatih ini tidak perlu diragukan lagi, hehehe. Demikian sedikit yang dapat saya sampaikan mengenai Manchester United, semoga dapat menambah pengetahuan bagi Anda, khususnya para penggemar MU. Saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan informasi maupun penulisan, karena bagaimanapun penulis jugalah tetap seorang manusia biasa yang punya kesalahan, hehe. Sekian dan terima kasih.